Biasanya dalam dunia bisnis pariwisata yang paling banyak mendapat kan keuntungan adalah pihak travel, pihak hotel baru kemudian pihak pengguna. Namun hal ini tidak berlaku pada bisnis yang diterapkan oleh pebisnis yang pernah mengguncang negara Jepang di tahun 2002, Ridwan Tulus . Di bidang pariwisata, siapa yang tidak kenal dengan Ridwan Tulus. Merupakan kandidat The most Potential young ASEAN tahum 2002.

Sesuai dengan namanya, Tulus. Beliau memiliki niat yang sangat tulus untuk memajukan perekonomian masyarakat Indonesia, dalam bidang pariwisata. Green tourism yang Ridwan Tulus gaungkan dalam bisnis pariwisatanya, memiliki konsep yang berbeda dengan bisnis  pariwisata lainnya.  tidak hanya sekedar menawarkan wisata berjalan kaki keliling tempat-tempat wisata ataupun menawarkan paket jalan-jalan dan menginap di hotel mewah. Tawaran berupa wisata berjalan kaki sambil bersosialisasi dengan alam serta masyarakat sekitar merupakan unggulan dari bisnis dari Ridwan Tulus. Beliau berkata bahwa berjalan kaki membuat seseorang dapat mengenal alam dengan lebih dekat, dan  dapat menumbuhkan perasaan emosional terhadap suatu tempat lebih dalam daripada  hanya melewatinya dengan kendaraan. Beberapa kegiatan yang dilakukan oleh Ridwan Tulus dan perusahaannya adalah mengajak para turis untuk ikut serta dalam pengecetan bagunan sekolah, penanaman terumbu karang di Sikuai, pembersihan sampah di wilayah Bukit Tinggi dan lainnya, adakah tour agent atau travel agent yang melakukan hal seperti ini?

Meskipun terkenal dan disegani banyak orang, yang membuat beliau berbeda dengan sosok pemerintah kita  adalah beliau sangat low profile namun tentu saja high profit.  Salah satu rekor dunia yang telah dibuat olehnya adalah beliau melakukan promosi wisata sambil mengusung bendera Merah Putih dengan berjalan kaki di Jepang sejauh 400 kilometer dari Fukuoka, Saga, hingga Nagoya ketika diundang awal Oktober sampai 6 November 2002. Ide gilanya dalam melakukan promosi inilah yang mengantarkan beliau dinyatakan sebagai kandidat  Most Potential Young Men of ASEAN.